Untitled Document
*******************
2015-09-08
Drs. Burhan, M. Sos. I
KONSEP DAKWAH DALAM PERSPEKTIF PLURALISME
ABSTRAK. Bercermin kepada perjuangan para Rasul dalam berdakwah dapat menjadi soslusi untuk membela dan menyebarluaskan ajaran agama melalui aktivitas dakwah. Keindahan dan kesesuaian Islam dengan perkembangan zaman sangat ditentukan oleh kualitas para da‟i. Dari latar belakang inilah, penulis terdorong untuk mengungkap konsep dakwah dalam perspektif pluralisme, dalam upaya menjawab tantangan dakwah masa kini. Kultur dakwah para rasul, merupakan sumber yang sahih untuk mendapatkan informasi tentang agama yang benar. Sejarah perjuangan dakwah para nabi dalam kajian ini, sangat bernilai untuk ditelaah dan direnungkan sebagai sumber inspirasi dalam upaya memberikan pencerahan batin dan perilaku serta semangat juang para da‟i dalam menjawab tantang dakwah yang dihadapi saat ini. Pengembangan wawasan keagamaan inklusif melalui dakwah ini dapat dipergunakan untuk dua kepentingan, yaitu secara internal dan eksternal. Secara internal berarti perlunya pengembangan perilaku keagamaan yang memandang bahwa seluruh umat Islam adalah satu walaupun berbeda suku, bahasa, dan pemikiran sehingga dapat tercipta ukhuwah Islamiah. Secara eksternal berarti pembentukan wawasan keagamaan yang memandang bahwa seluruh umat manusia yang memiliki aneka ragam agama dan kepercayaan adalah bersaudara sehingga dapat tercipta kerukunan antar-umat beragama.
ABSTRAK. Bercermin kepada perjuangan para Rasul dalam berdakwah dapat menjadi soslusi untuk membela dan menyebarluaskan ajaran agama melalui aktivitas dakwah. Keindahan dan kesesuaian Islam dengan perkembangan zaman sangat ditentukan oleh kualitas para da‟i. Dari latar belakang inilah, penulis terdorong untuk mengungkap konsep dakwah dalam perspektif pluralisme, dalam upaya menjawab tantangan dakwah masa kini. Kultur dakwah para rasul, merupakan sumber yang sahih untuk mendapatkan informasi tentang agama yang benar. Sejarah perjuangan dakwah para nabi dalam kajian ini, sangat bernilai untuk ditelaah dan direnungkan sebagai sumber inspirasi dalam upaya memberikan pencerahan batin dan perilaku serta semangat juang para da‟i dalam menjawab tantang dakwah yang dihadapi saat ini. Pengembangan wawasan keagamaan inklusif melalui dakwah ini dapat dipergunakan untuk dua kepentingan, yaitu secara internal dan eksternal. Secara internal berarti perlunya pengembangan perilaku keagamaan yang memandang bahwa seluruh umat Islam adalah satu walaupun berbeda suku, bahasa, dan pemikiran sehingga dapat tercipta ukhuwah Islamiah. Secara eksternal berarti pembentukan wawasan keagamaan yang memandang bahwa seluruh umat manusia yang memiliki aneka ragam agama dan kepercayaan adalah bersaudara sehingga dapat tercipta kerukunan antar-umat beragama.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------