Untitled Document
*******************
2015-09-08
Sahjad M. Aksan
KORELASI ANTARA “ADA” DAN “ROH” DALAM FILSAFAT HEGEL PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI
Abstrak. Hubungan antara Ada dan Roh adalah dua dan tiga konsep filsafat Hegel dan adalah bagian dan Logika. Logika berusaha menerobos esensi internal dan Yang Absolut yaitu Budi-murni. Yang Absolut adalah keseluruhan, dan keseluruhan mi digambarkan sebagai yang tahu dirinya sendiri di dalam dan melalui Roh terbatas sejauh mencapai tingkat pengetahuan Absolut. Hegel mulai dengan konsep Ada yang secara logis bersifat dasariah, kemudian berkembang secara niscaya ke dalam konsep-konsep lebih lanjut sampai mencapai ide Absolut, ini adalah makna dialektika Hegel. Segala sesuatu dalam jagat raya ini adalah Roh itu sendiri dan ketika Roh menyadari bahwa ia adalah segala sesuatu atau semua realitas maka itulah Yang Absolut. Roh mutlak adalah tahap akhir yang memungkinkan Roh mengetahui bahwa perenungan dirinya adalah perenungan Absolut. Dengan kata lain Roh mutlak adalah pengetahuan manusia tentang Yang Absolut baik dalam Seni, Agama, dan Filsafat dan itu adalah tahap-tahap dan perjalanan Roh absolut dan di situ pula kita memahami makna epistemologi baik dari Ada maupun Roh. Artinya Ada tidak hanya dipahami sebagai suatu pengertian ontologis dan metafisika , juga Roh bukan hanya berhubungan dengan masalah mistik dan transendental tetapi mempunyai relasi dengan pengetahuan manusia.
Abstrak. Hubungan antara Ada dan Roh adalah dua dan tiga konsep filsafat Hegel dan adalah bagian dan Logika. Logika berusaha menerobos esensi internal dan Yang Absolut yaitu Budi-murni. Yang Absolut adalah keseluruhan, dan keseluruhan mi digambarkan sebagai yang tahu dirinya sendiri di dalam dan melalui Roh terbatas sejauh mencapai tingkat pengetahuan Absolut. Hegel mulai dengan konsep Ada yang secara logis bersifat dasariah, kemudian berkembang secara niscaya ke dalam konsep-konsep lebih lanjut sampai mencapai ide Absolut, ini adalah makna dialektika Hegel. Segala sesuatu dalam jagat raya ini adalah Roh itu sendiri dan ketika Roh menyadari bahwa ia adalah segala sesuatu atau semua realitas maka itulah Yang Absolut. Roh mutlak adalah tahap akhir yang memungkinkan Roh mengetahui bahwa perenungan dirinya adalah perenungan Absolut. Dengan kata lain Roh mutlak adalah pengetahuan manusia tentang Yang Absolut baik dalam Seni, Agama, dan Filsafat dan itu adalah tahap-tahap dan perjalanan Roh absolut dan di situ pula kita memahami makna epistemologi baik dari Ada maupun Roh. Artinya Ada tidak hanya dipahami sebagai suatu pengertian ontologis dan metafisika , juga Roh bukan hanya berhubungan dengan masalah mistik dan transendental tetapi mempunyai relasi dengan pengetahuan manusia.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------