slider img

WEBSITE IAIN TERNATE

Selamat datang di website IAIN Ternate, pusat informasi berita dan kegiatan serta pengumuman berkaitan dengan Institut Agama Islam Negeri Ternate

slider img
slider img
img

Galo-Galo , Desa Wisata Mandiri

  • By: Admin
  • Senin, 28/10/19 | 10:17:47

Jika  kita menyebut nama desa Galo-galo , maka yang terbayang dalam benak kita adalah  ikan asin. Desa Galo-galo memang  sangat terkenal dengan ikan asinya  bahkan sampai ke pelosok Indonesia. Sebuah pulau kecil  yang sekaligus di sebut " Desa"  ini letaknya di kelilingi oleh lautan  dan berada diantara beberapa pulau kecil , tanahnya pun berupa pasir halus putih yang terhampar  di seluruh  bagian pulau membuat masayarakat tidak bisa  bercocok tanam sehingga mata pencaharian  penduduk setempat adalah  nelayan. Hasil laut yang terdapat di pulau ini  sangat banyak dan beragam, biasanya  pada saat bulan terang  dan keadaan air  sedang pasang yaitu sekitar   jam 2 tengah malam, banyak penduduk yang keluar rumah hanya untuk mencari udang, Teripang  atau kerang  atau pun  ikan yang tersangkut di bebatuan karena  air surut. Tidak banyak yang dapat penduduk desa ini lakukan  dari hasil tangkapan mereka  selain membuat ikan asin, oleh sebab itu ikan asin dari desa ini memang sangat terkenal .

Hidup dengan  hanya mengandalkan ikan asin membuiat penduduk mulai merasa  resah, hasil penjualan  ikan asin tidak terlalu menopang hidup mereka sementara kebutuhan hidup terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan anak- anak mereka yang bersekolah di luar desa itu. Memang di desa ini  yang tersedia  hanya sekolah taman  kanak-kanak , Sekolah dasar dan sebuah madrasah Tsanawiyah swasta sehingga  jika  anak-anak mereka mau melanjukan sekolah ke SLTA atau kuliah harius keluar dari desa ini biasanya ke ibu kota kabupaten yang jarak  dari desa ini jika menggunakan perahu motor 1 jam 30 menit.  Dengan sedikit dana  bantuan subsidi desa ditopang  dengan  modal tekun dan ulet sebagian penduduk  setempat beralih profesi menjadi petani rumput laut, hasil penjualan  rumput laut sangat memuaskan  bahkan naik beberapa kali lipat dari hasil penjualan  ikan asin. Meskipun demikian pembuatan ikan asin masih tetap dikerjakan. 

Pemuda  desa Galo-galo juga  tidak tinggal diam, pada akhir tahun 2017 mereka membentuk suatu  kelompok yang dinamakan " Kelompok Sadar Wisata" atau disingkat POKDARWIS dengan ketuanya yang bernama Mugiat Kudo  , pemuda  sarjana  sosial politik jebolan  Universitas Muhamadiyah Maluku Utara ini bersama teman - teman nya berusaha merubah paradigma dan inisiatif  masyarakat setempat .Memang untuk merubah inisiatif membangun desa adalah dari kaum muda itu sendiri  , mereka sering  di juluki agent of change atau agen perubahan karena kaum muda selalu berpikiran kreatif dan maju. Para kaum muda  itu sudah tidak lagi memandang bahwa desa sebagai suatu tempat yang sepi dan terpencil yang identik dengan keterbatasan ruang kerja, tetapi  desa justru menjanjikan banyak ruang kerja  dengan peluang usaha  yang lebih variatif.

POKDARWIS  yang di bentuk  ini mempunyai beberapa bidang usaha yang secara keseluruhan melibatkan penduduk  desa Galo-galo. Diantara bidang usaha yang dikelola POKDARWIS desa Galo-galo adalah Dyving dan Snorkling , Pembuatan Kearijan tangan seperti anyaman tikar, tas/ keranjang dari daun pandan duri , pembuatan sabun dari bunga tumbuhan mangrove, sabun dari tumbuhan lamun , sabun dari jeruk nipis  dan juga sabun dari daun lidah buaya dan bahkan para ibu -ibu dan remaja putri memanfaatkan kembang tumbuhan mangrove menjadi tepung seperti terigu sebagai bahan dasar pembuatan kueh.sedangkan untuk kelompok bapak-bapak usaha yang di kelola  selain Nelayan dan pembuatan ikan asin juga penanaman dan pengolahan rumput laut. Semua ketrampilan ini kecuali nelayan dan pembuatan ikan asin ,  tidak terlepas dari  usaha dan kerja keras  bersama antara masyarakat  dengan tim  Pendampingan  suatu yayasan di Indonesia  bernama  REEF CHECK   yaitu suatu organisasi Nirbala yang pada wilayah Maluku Utara diketuai oleh Ibu  Veronicha Niken .

Banyak pulau  kecil  yang bersebelahan  dengan pulau / desa galo- galo  yang indah dan menarik bahkan keindahannya sudah kenal ke manca negara seperti pulau dodola  dengan keindahan pasir putih dan terumbu karangnya atau pulau Zum-zum , pulau tempat mendaratnya ,Mc Arthur  panglima perang dunia keII. Banyak wisatawan lokal maupun manca negara  selalu berkunjung kedua  pulau tersebut. Hal ini lah yang mendorong masyarakat Pulau Galo- galo  dengan POKDARWIS-nya  berusaha mengambangkan desa kebanggaaanya  untuk bangkit ,  bisa terkenal dan sejajar  dengan pulau-pulau yang lain, satu motto yang mereka tanamkan di hati adalah  " kalau Dodola bisa, mengapa kita  tidak"  . makna simbolik dari motto  mereka ini adalah  pulau dodola yang tanpa penghuni dan hanya  di bantu oleh APBD pemerintah daerah setempat bisa terkenal dan berkembang sampai ke manca negara bahkan  bisa menyumbangkan pendapatan pulau tersebut ke Daerah Kabupaten Pulau Morotai ,  kenapa kita tidak ? padahal kita punya semuanya, punya sumber daya alam maupun  sumber daya manusia bahkan jika berhasil, akan menambah pendapatan masyarakat.   Inilah yang menjadi alasan POKDARWIS desa Galo-galo untuk memanfaatkan dan mengembangkan  potensi alam dan kearifan lokal yang ada di sekitar desa dalam rangka mengembangkan desa mereka menjadi  terkenal dengan sebutan desa  Wisata Mandiri.

Dengan  adanya julukan Desa Wisata Mandiri  tentunya tidak membuat  masyarakat menjadi puas, masih banyak yang harus mereka  benahi hingga outcome dari  apa yang harapkan POKDARWIS  itu terpenuhi yaitu  peningkatan pendapatan ekonomi  masyarakat setempat. Untuk mencapai hal ini tentulah tidak mudah Banyak faktor yang akan mempengaruhi dalam upaya mengembangkan desa tersebut, baik faktor internal maupun eksternal, membutuhkan kerja keras serta kekompakan dari POKDARWIS  maupun masyarakat. Salah satu kendala yang di hadapi POKDARWIS desa Galo-galo  adalah belum adanya pengakuan tentang adanya kelompok ini dari Pemerintah daerah setempat  yang nantinya akan dijadikan payung hukum yang akan  melindungi mereka dalam memasarkan produk olahan mereka. Oleh sebab itu sampai saat ini hasil olahan POKDARWIS belum didaftarkan ke Kemneterian Hukum dan HAM guna mendapatkan HAK Kekayaan Intelektual maupun HAK Paten sebagai  bukti pengakuan dan legalitas maupun perlindungan atas sebuah karya. 

Adanya permasalahan diatas berdampak pada kurangnya pemasaran hasil olahan POKDARWIS sehingga masih banyak  masyarakat luas yang belum mengetahui keberadaan produk olahan ini. Tentunya  kita sebagai bagian dari masyarakat Maluku Utara  mermpunyai tanggung jawab bersama  dalam mempromosikan produk olahan mereka  ke berbagai sumber yang salah satunya adalah  media sosial. Dengan bantuan beberapa kolega  yang kami dapatkan lewat media sosial akhirnya  produk olahan POKDARWIS desa Galo-galo diikut sertakan pada pameran Internasioanl  di Tahiland yaitu " Wonderful Indonesia " dengan tema " Sedoso Budoyo" suatu event yang memperkenalkan wisata  kuliner dari daerah Indonesia. Produk olahan POKDARWIS desa Galo-galo juga turut  dipamerkan dan mendapat perhatian  khusus dari pengunjung  . Menciptakan suatu produk berbeda yang bersifat inovatif dan kreatif dapat menjadikan hasil olahan medreka   mampu bertahan meskipun persaingan pasar cukup ketat , inilah yang diharapkan dari masyarakat desa Galo-galo. Dengan memperkenalkan produk olahan desa ke event in ternasional  merupakan. awal yang baik bagi POKDARWIS desa Galo-galo untuk lebih memperkenalkan produk hasil olahan mereka dan hingga sekarang sudah ada wisatawan asing maupun wisatawan lokal yang  membeli produk olahan ini langsung ke desa Galo-galo.

Usaha yang dilakukan POKDARWIS desa Galo galo sudah mulai membuahkan  hasil, dengan segala keterbasan dana maupun dukungan ,mereka  tetap mengembangkan dan memajukan hasil usaha mereka agar desa  yang mereka cintai bisa terkenal dan sejajar dengan desa-desa terkenal lainnya. Tentunya jerih payah ini tidak terlepas dari dukungan Kepala Desa setempat yang sangat  membantu kegitan POKDARWIS desa Galo-galo . Sudah sepantasnya   pemerintah daerah setempat  memberikan dukungan dan penghargaan atas semua  jerih payah POKDARWIS desa Galo- galo atas keberhasilannnya   sebagai Desa Wisata Mandiri yang telah mengembangkan aset-aset lokal  dan bisa memperkenalkan tradisi dan kearifan  lokal kepada masyarakat luas  serta mengangkat perekonomian masyarakat yang pada akhirnya  akan menjadi contoh desa-desa lain yang ada di Provinsi Maluku Utara.

Oleh :                     

Dra. Adiyana Adam., M.Pd.I 

 

  • Share on :