BNNP Maluku Utara dan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Edukasi Mahasiswa Baru IAIN Ternate Soal Narkoba dan Paham IRET
TERNATE – Mahasiswa baru sebagai generasi emas masa depan Indonesia, diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan jauh dari bahaya Narkoba.
Hal ini disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Madya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara, Drs Hairuddin Umaternate, M.Si kepada mahasiswa baru IAIN Ternate pada hari kedua pelaksanaan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung di auditorium IAIN Ternate, Kamis (28/8/2025).
Dia mengatakan Narkoba adalah jenis narkotika, psikotropika dan bahan adiktif yang merupakan zat berbahaya untuk tubuh manusia. Sehingga, mengkonsumsi narkoba dapat merusak kesehatan, terlebih untuk mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa.
“Ada 3 dampak negatif untuk tubuh jika mengkonsumsi narkoba, yakni dampak untuk fisik, psikologis dan sosial,” katanya.
Hairuddin menerangkan, orang yang mengkonsumsi narkoba berkibat fatal terhadap fisik, lantaran zat pada obat terlarang tersebut menyerang dan merusak jaringan tubuh yang paling lunak seperti otak.
Selain itu, konsumsi Narkoba, kata dia, juga mengakibatkan seseorang kerap halusinasi, serta sugesti berlebihan hingga mengalami gangguan kejiwaan. Sedangkan dampak sosial yang ditimbulkan dari orang yang konsumsi narkoba adalah melahirkan tindakan kejahatan dan kriminal yang merugikan orang lain.
“Oleh karena itu, mahasiswa IAIN Ternate perlu memahami jenis dan dampak, serta dapat mendeteksi dini soal kemungkinan penyebaran narkoba, agar terhindar dari bahaya narkoba,” ucapnya.
Sementara Kasatgaswil Densus 88 AT Maluku Utara, Muslim Nanggala didampingi mantan aktivis Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), Dr Rida Hesti Ratnasari, M.Si., SRGP mengapresiasi IAIN Ternate karena menerima undangan kerja sama Kasatgaswil Densus 88 Maluku Utara terkait edukasi mahasiswa baru tentang menangkal penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kampus IAIN Ternate.
Terkait bahaya paham IRET, Dr Rida Hesti Ratnasari menuturkan, mahasiswa baru IAIN ternate penting memahami soal memitigasi diri dari kemungkinan terpaparnya bahaya IRET.
Dia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman selama 20 tahun sebagai aktivis HTI menghadirkan beragam catatan penting tentang organisasi yang berdiri di Indonesia pada 28 Mei 2000, dan resmi dibubarkan atau dicabut status hukum badan ormas oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 8 Mei 2017 tersebut.
Berdasarkan riset, lanjut dia, gerakan terorisme yang berlangsung di berbagai belahan dunia, mayoritas pelakunya adalah mereka yang berusia berkisar 21 tahun hingga 30 tahun.
“Data ini menujukkan bahwa generasi muda menjadi aktor utama dalam gerakan terorisme, dan umumnya terjaring dalam sistem rekrutmen melalui dunia maya,” ungkapnya.
“Para generasi muda yang terlibat dalam gerakan teorisme umumnya melalui penafsiran teks Alquran dan Hadits Nabi yang keliru, serta anti-demokrasi dan sistem kenegaraan yang liberal,” sambungnya.
Untuk itu, dia menegaskan kepada mahasiswa IAIN Ternate sebagai generasi muda, agar jangan terpengaruh dengan kekeliruan pemahaman negara yang dilancarkan oleh organisasi-organisasi tertentu.
Karena menurut dia, jika terpengaruh pada hal tersebut, yang kemudian terjerumus pada gerakan terorisme, ekstrimisme, radikalisme dan intoleran, nantinya mengganggu keutuhan bangsa serta merusak tatanan sosial.
“Sebagai mahasiswa di kampus keagamaan, perlu berhati-hati terhadap insitusi-insitusi Islam yang bergerak dalam dua wajah, di mana tampak depannya seolah-olah membela Islam sebagai akidah. Namun, pada bagian lain tersembunyi ingin memaksakan kehendak untuk mendirikan cita-cita negara Islam di Indonesia,” terangnya.
Menanggapi paparan dari BNNP dan Densus 88 AT Mabes Polri, Rektor IAIN Ternate Prof Dr Radjiman Ismail, M.Pd menyampaikan bahwa materi yang disuguhkan kepada mahasiswa sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan untuk keberlangsungan mahasiswa IAIN Ternate sebagai generasi muda penerus bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Gam Madodoto (guru besar) kesultanan Ternate itu, juga mengapresiasi mahasiswa baru yang aktif dalam sesi diskusi dengan pemateri lalu memberi buku sebagai hadiah untuk sejumlah mahasiwa.
Sekadar diketahui, kegiatan diskusi yang dipandu oleh wakil dekan bidang akademik dan kemahasiswaan fakultas Syariah Dr Abd Rauf Wajo, M.Ag itu, dikahiri dengan penyerahan cinderamata antara Kasatgaswil Densus 88 AT Maluku Utara, BNNP Maluku Utara dan Rektor IAIN Ternate. (*)