• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Gelar Asesmen Lapangan Tadris Matematika, Begini Harapan Rektor IAIN Ternate

Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Gelar Asesmen Lapangan Tadris Matematika, Begini Harapan Rektor IAIN Ternate

Keterangan Foto: Suasana pembukaan kegiatan Asesmen Lapangan Tadris Matematika di Ruang Rapat Lt. II Gedung Rektorat IAIN Ternate, Jum'at (13/2/2026).

 
TERNATE – Setelah meraih  akreditasi Unggul pada program studi pendidikan agama Islam (PAI), prodi pendidikan guru madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan prodi manajemen pendidikan Islam (MPI) serta sejumlah prodi mendapat predikat Baik Sekali pada tahun 2025 lalu. Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, kembali melakukan Re-Akreditasi prodi untuk Tadris Matematika. 

Re-Akreditasi prodi ditandai dengan Asesmen Lapangan (AL) yang dilakukan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), yakni Prof Dr Pathuddin, S.Pd., M.Si dari Universitas Tadulako (UNTAD), Kota Palu, Sulawesi Tengah dan Jafaruddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Sulawesi Selatan. 

Pelaksanaan AL berlangsung di kampus IAIN Ternate pada 13-14 Pebruari 2026, dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan stakeholder serta keterwakilan lembaga pendidikan pengguna jasa alumni tadris matematika IAIN Ternate. 

Rektor IAIN Ternate, Prof Dr Radjiman Ismail, M.Pd saat membuka kegiatan AL menyampaikan kehadiran serta perjalanan tadris Matematika di FTIK IAIN Ternate cukup unik dan menghadirkan beragam manfaat untuk fakultas, serta melahirkan para alumni yang kini berkecimpun di berbagai lembaga pendidikan di provinsi Maluku Utara. 

Dia mengungkapkan, tadris Matematika mulai resmi berdiri pada 2004 silam, saat itu bersamaan dengan tadris Biologi. Menurut dia, kehadiran tadris Matematika dan Biologi merupakan buah dari studi banding pada salah satu perguruan tinggi di kota Malang, Jawa Timur. 

“Saat itu, di periode STAIN Ternate, saya selaku ketua Jurusan Tarbiyah, dan kami berhasrat untuk menghadirkan tadris Matematika dan Biologi, dan alhamdulillah akhirnya terwujud pada tahun 2004,” terang Radjiman, Jum’at (13/2/2026). 

“Kehadiran tadris Matematika dan Biologi kala itu juga merupakan berkah tersendiri bagi para tenaga pendidik di sejumlah lembaga pendidikan di kota Ternate, karena mereka diberi ruang untuk mentransfer ilmu mereka untuk mahasiswa Matematik dan Biologi di IAIN Ternate,” sambungnya. 

Mantan Dekan FTIK IAIN Ternate itu menjelaskan, setelah kehadiran tadris Matematika dan Biologi, tak berlansung lama juga diikuti dengan izin operasional terkait penegasan status. 

Menurut dia, tanpa izin operasional, praktis sangat berpengaruh terhadap keberadaan program studi, walaupun begitu hal tersebut kata dia, menjadi perhatian penting saat kehadiran dua prodi atau tadris tersebut. 

“Jadi, izin operasional kami kantongi, setelah mendapat arahan dari Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,” ujarnya. 

Radjiman bilang, saat membuka tadris Matematika dan Biologi pihaknya sangat optimis soal perjalanan dua tadris tersebut melahirkan alumni dan berkontribusi terhadap lembaga pendidikan di Maluku Utara. 

Untuk itu, dia berharap kepada Dekan FTIK dan tenaga pendidik tadris Matematika maupun Biologi harus mengusung optimis dalam meningkatkan kualitas layanan dan kualitas dua tadris tersebut. 

“Mari kita sama-sama bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas tadris Matematika serta Biologi,” pintanya. 

Terkait AL, dia menilai kehadiran asesor LAMDIK di IAIN Ternate bukan hanya sekadar melakukan penilaian dokumen borang Re-Akreditasi, melainkan memberi informasi-informasi penting soal peningkatan kualitas tadris Matematika. 

Soal kualitas, kata dia, merupakan komitmen yang diusung oleh setiap program studi, karena akreditasi memvalidasi prodi dan alumni serta lembaga. 

“Oleh karena itu, status akreditasi pada tadris Matematika hari ini statusnya Baik, mudah-mudahan kembali meraih status Baik Sekali, bila perlu langsung Unggul,” ujarnya 

“Karena itu, diharapkan kepada bapak dan ibu dosen, koordinator prodi harus memberikan data dan informasi seobjektif mungkin,” pintanya. 

Dia juga berharap sepanjang pelaksanaan AL, harus memberi pelayanan terbaik kepada asesor agar AL dapat berjalan dengan baik. 

“Begitupun kepada stakeholder dan para alumni serta lembaga-lembaga pengguna jasa alumni, agar bersiap-siap memberikan data dan informasi dalam rangka untuk pelaksanaan akreditasi tadris matematika,” tandasnya. 

“Pelaksanaan AL ini berdasarkan proses penilaian asesmen kecukupan (AK) yang telah kami lakukan, jadi kalau misalnya dari AK sesuai berarti ditulis terkonfirmasi atau sesuai, begitupun sebaliknya,” kata koordinator AL tadris Matematika dari Lamdik, Prof Dr Pathuddin, S.Pd., M.Si.