• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama di Malut, FKUB Gelar Dialog Lintas Iman dan Sosialisasi Moderasi Beragama

Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama di Malut, FKUB Gelar Dialog Lintas Iman dan Sosialisasi Moderasi Beragama

Keterangan Foto: Ketua FKUB Malut, Dr Adnan Mahmud, M.A saat menyampaikan laporan kegiatan  dialog lintas iman dan sosialisasi moderasi beragama.

 
TERNATE – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara kembali membuat terobosan untuk perkuat harmoni antarumat beragama melalui kegiatan dialog lintas iman, dan sosialisasi moderasi beragama yang berlangsung di Muara Mall Ternate, Minggu (15/2/2026). 

Kegiatan bertajuk Bacarita untuk Maluku Utara Damai dan Sejahtera tersebut, melibatkan berbagai stakeholder dan mahasiswa pada sejumlah perguruan tinggi di Maluku Utara. 

Ketua FKUB Maluku Utara, Dr Adnan Mahmud, M.A mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye kerukunan yang dilakukan FKUB pada sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara. 

Dia menegaskan, FKUB telah menetapkan langkah strategis dalam membantu pemerintah untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Maluku Utara, sehingga pihaknya tetap konsisten menggelar kegiatan-kegiatan yang menghadirkan dampak positif terhadap penguatan kerukunan. 

“Di awal tahun 2026, FKUB Malut telah melakukan road show di dua kabupaten/kota atas saran dan petunjuk Wakil Gubernur Maluku Utara, yaitu pada 17 Januari 2026 menggelar sosialisasi dan kampanye kerukunan di lingkungan SMA/SMK se-Halmahera Utara,” terangnya. 

“Dan’ di akhir Januari 2026, FKUB Malut juga melakukan kampanye kerukunan di lingkungan SMA/SMK di kecamatan Oba, kota Tidore Kepulauan,” imbuhnya. 

Dia mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan, sebagai respon terhadap berbagai hasil survei soal indeks kerukunan di Maluku Utara, sehingga pihaknya memandang terobosan penting untuk mempererat hubungan dan kerja sama lintas daerah dalam memperkuat harmoni kehidupan beragama. 

“Hal ini kami lakukan untuk mengkampanyekan soal begitu pentingnya kerukunan umat bergama di provinsi Maluku Utara, dan puncaknya, hari ini FKUB menggelar dialog terkait dengan membangun kerukunan umat beragama di lingkungan perguruan tinggi” terangnya. 

Menurut dia, lingkungan perguruan tinggi dinilai sangat strategis untuk menyuarakan terkait dengan kerukunan dan bagaimana mensosialisasikan moderasi beragama. Selain itu, dia menilai bahwa kegiatan yang dilakukan FKUB, untuk berkolaborasi dengan Kementerian Agama, lantaran Kemenag sebagai Leading sector dalam mensosialisasikan moderasi beragama di Indonesia. 

“Karena itulah, FKUB didukung oleh pemerintah provinsi Maluku Utara, tetap terkonsentrasi dan gelorakan membangun kerukunan dan moderasi beragama di Maluku Utara,” ujarnya. 

Akademisi IAIN Ternate itu menegaskan, FKUB Malut tidak merasa terbebani dengan berbagai hasil survei yang tidak menggembirakan soal kerukunan umat beragama di Malut. Walaupun begitu, hasil survei yang dipublish oleh lembaga survei dinilai sebagai pengingat bagi FKUB untuk terus memusatkan perhatian dalam penguatan kerukunan antarumat beragama di Malut. 

“Kami tidak bosan-bosan untuk mengkampanyekan tentang kerukunan umat beragama di Malut,” tegasnya. 

Selain itu, dia menilai bahwa indikator-indikator yang digunakan oleh lembaga survei dalam memotret kehidupan umat beragama di Malut, bukan tentang relasi sosial hubungan umat beragama. 

“Oleh karena itu, kami tidak terpengaruh dengan hasil survei maupun indeks kerukunan yang dipublish oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta yang terbaru dari Indeks Harmoni di Maluku Utara yang dinilai menurun,” ucapnya. 

Walaupun hasil survei tidak menunjukkan hasil menggembirakan, namun pihaknya meyakini di Malut, adat dan istiadat menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Sehingga, pihaknya merasa tidak terpengaruh dengan sejumlah hasil survei soal indeks kerukunan di Malut. 

Dia menambahkan, dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama, FKUB membutuhkan kolaborasi; baik dari pemerintah kabupaten maupun kota serta provinsi, dengan begitu target-target yang telah ditetapkan FKUB bakal berjalan secara maksimal. 

“Bagi kami, kerja keumatan dan kerukunan, FKUB tidak bisa berjalan sendiri, tapi dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Untuk itu, kegiatan yang kami laksanakan di Halmahera Utara dan kota Tidore Kepulauan adalah bentuk kolaborasi dengan dinas pendidikan Maluku Utara dan Kanwil Kemenag Malut,” terangnya 

“Dari kolaborasi, menguatkan langkah-langkah strategis terkait membangun kerukunan antarumat beragama, sehingga kami menargetkan ke depan survei-survei yang dilakukan tidak lagi menempatkan Malut pada posisi yang sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (*)