Gelar Yudisium Semester Genap, FEBI IAIN Ternate Luluskan 111 Mahasiswa
Keterangan Foto: Suasana berlangsungnya prosesi yudisium sarjana fakultas ekonomi dan bisnis Islam (FEBI) IAIN Ternate di Auditorium IAIN Ternate, Jum'at (31/7/2026)
TERNATE -- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, menggelar yudisium sarjana semester genap tahun akademik 2025-2026.
Pelaksanaan yudisium dipusatkan di Auditorium IAIN Ternate, dan diikuti sebanyak 111 mahasiswa, terdiri dari program studi perbankan syariah (PBS) sebanyak 53 mahasiswa, prodi ekonomi syariah (EKS) 8 mahasiswa, prodi manajemen keuangan syariah (MKS) 32 mahasiswa, dan prodi akuntansi syariah (AKS) 18 mahasiswa.
Sementara dari jumlah mahasiswa yang mengikuti yudisium tersebut, empat di antaranya ditetapkan sebagai peraih predikat pujian berdasarkan surat keputusan Dekan FEBI IAIN Ternate.
Keempat mahasiswa tersebut, yakni Dinda Permata Sari dari program studi perbankan syariah (PBS) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,93 Nurfadila Rusli dari prodi ekonomi syariah (EKS) yang meraih IPK 3,84, kemudian Dian Jusman keterwakilan dari prodi manajemen keuangan syariah (MKS) yang berhasil mencatatkan IPK 3,92 dan Nurul Azzahra Abdul sebagai lulusan terbaik dari prodi akuntansi syariah (AKS) dengan IPK 3,97.
Dekan FEBI IAIN Ternate, Dr Abd Rauf Wajo, S.HI., M.Ag menyampaikan bahwa FEBI merupakan salah satu fakultas di IAIN Ternate yang senantiasa menjaga kualitas dan kuantitas, yakni menghasilkan lulusan secara angka cukup fantastis di setiap tahun, begitu pun sama halnya mendapat mahasiswa baru dengan angka yang tak jauh berbeda dengan jumlah lulusan.
“Kita patut berbangga, karena dari sisi kualitas dan kuantitas juga sangat baik,” katanya, Jum’at (31/7/2026).
Dia menuturkan, IAIN Ternate lahir dengan misi dakwah, sehingga dituntut kepada seluruh alumni FEBI untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai Islam ketika telah berada di dunia kerja.
Menurut dia, alumni dari IAIN Ternate mengantongi predikat yang berbeda dengan lulusan dari perguruan tinggi umum. Untuk itu, dari segi penampilan dan perilaku juga harus lebih Islami.
“Sebagai alumni, anda semua telah ditancap chip api Islam, sehingga jika anda menjadi pimpinan lembaga perbankan dan lembaga keuangan non-bank maupun bekerja sebagai ASN atau di bidang apa saja, maka kobarkan api Islam itu sebagai penerang pola pikir dan pola laku,” ujarnya.
Abd Rauf juga menegaskan bahwa begitu banyak ilmu pengetahuan yang dipelajari di kampus sepanjang menjalani proses perkuliahan, dan kesempurnaan ilmu didapat saat resmi merengkuh gelar sarjana dan berkiprah di dunia kerja.
“Jangan pernah berhenti belajar, demi kesempurnaan ilmu pengetahuan, maka jadikan masyarakat atau tempat kerja untuk senantiasa belajar,” pintanya.
“Sering terlontar pandangan bahwa kampus adalah universitas sementara, tapi lingkungan masyarakat dan tempat kerja universitas yang sesungghnya,” pungkasnya.