• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Di Hadapan Mahasiswa KKN, Rektor IAIN Ternate Dr Adnan Mahmud Paparkan Program Prioritas Pengembangan Lembaga

Di Hadapan Mahasiswa KKN, Rektor IAIN Ternate Dr Adnan Mahmud Paparkan Program Prioritas Pengembangan Lembaga

Keterangan Foto: Rektor IAIN Ternate, Dr Adnan Mahmud, S.Ag., MA

 
TERNATE – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, Dr Adnan Mahmud, S.Ag., MA membeberkan sejumlah program prioritas yang telah ditetapkan dan digulirkan untuk membangun IAIN Ternate sepanjang periode 2026-2030. 

Dari beragam program tersebut, ada dua program yang dinilai dibutuhkan effort lebih agar cepat memberi pengaruh terhadap lembaga, yakni transformasi IAIN menjadi UIN serta akselerasi Guru Besar. 

Karena, menurut dia durasi waktu empat tahun dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan merupakan waktu yang sangat singkat. Sehingga, dari program prioritas yang telah ditentukkan harus dipilih dan dituntaskan sesuai kebutuhan dan kondisi yang di hadapi. 

“Semoga niat dan keikhlasan kita untuk mengembangkan lembaga yang sama-sama kita cintai ini diijabah oleh Allah SWT,” ucapnya saat membuka kegiatan pembekalan KKN di Auditorium IAIN Ternate, Jum’at (7/8/2026). 

Adnan mengungkapkan, untuk transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN, hingga kini mulai menemui titik terang, lantaran Kementerian Agama telah memberi lampu hijau untuk mengakomodir IAIN Ternate masuk dalam skema Kemenag di tahun 2026. 

Dengan begitu, kata dia, tidak lama lagi mimpi civitas akademika dan masyarakat Maluku Utara untuk melihat IAIN Ternate bertransformasi menjadi UIN Sultan Baabullah bakal segera terwujud. 

“Segala upaya dan ikhtiar secara fisik telah kita lakukan, kini saatnya kita semua berdoa agar transformasi IAIN menjadi UIN cepat terwujud,” pintanya. 

Adnan menjelaskan, transformasi kelembagaan merupakan program terusan dari para pendahulunya, untuk itu dirinya merasa termotivasi untuk segera menuntaskan, agar melihat kampus keagamaan Islam tertua di wilayah timur Indonesia ini bergerak lebih maju seperti perguruan tinggi lainnya. 

“Dengan catatan kita harus satu frekuensi, satu barisan untuk mensukseskan mimpi para pendahulu kita,” katanya. 

Selain menaruh perhatian terhadap transformasi IAIN menjadi UIN, satu program yang tak kala penting dan harus membutuhkan konsentrasi penuh untuk dituntaskan adalah akselerasi guru besar di IAIN Ternate. 

Dia mengungkapkan, berdasarkan data yang ia kantongi, hingga sejauh ini ada 12 dosen di IAIN Ternate berpeluang untuk diusulkan meraih status guru besar. Karena itu, dia mengharapkan para dosen yang masuk dalam klasifikasi tersebut untuk konsentrasi penuh dalam mewujudkan impiannya. 

“Di tahun depan minimal ada satu atau dua orang yang diusulkan, agar meraih status guru besar,” ucapnya. 

Selain konsentrasi untuk transfromasi IAIN menjadi UIN, serta akselerasi guru besar, dia menegaskan bahwa pengembangan kelembagaan yang terkonsentrasi pada penambahan program studi di setiap fakultas kini telah diupayakan. 

“Seperti di fakultas ushuluddin adab dan dakwah perlu ada penambahan program studi, karena dengan adanya prodi baru tentu berdampak pada jumlah mahasiwa,” tandasnya.