• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Pembekalan KKN IAIN Ternate Resmi Dibuka, Rektor Dr Adnan Mahmud Sampaikan Pesan Khusus ke Mahasiswa

Pembekalan KKN IAIN Ternate Resmi Dibuka, Rektor Dr Adnan Mahmud Sampaikan Pesan Khusus ke Mahasiswa

Keterangan Foto: Suasana pelaksanaan pembekalan KKN yang berlangsung di Auditorium IAIN Ternate, Jum'at (7/8/2026)

 
TERNATE -- Panitia pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Ternate, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) secara resmi menggelar kegiatan pembekalan untuk mahasiswa KKN tahun 2026. 

Pelaksanaan pembekalan KKN berlangsung di Auditorium IAIN Ternate dan diikuti sebanyak 455 mahasiswa. Dari jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembekalan KKN tersebut, nantinya ditempatkan pada 29 desa yang telah ditentukan pihak panitia; baik yang ada di kota Ternate, Pulau Hiri dan Pulau Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan. 

“Berbeda dengan belajar di kelas, KKN merupakan program belajar langsung di lapangan untuk mengaplikasikan teori yang didapatkan sepanjang 3 tahun belajar di dalam kelas,” ucap Rektor IAIN Ternate Dr Adnan Mahmud, S.Ag., MA saat membuka kegiatan pembekalan KKN, Jum’at (7/8/2026). 

Dia menegaskan, KKN merupakan bagian dari mata kuliah, sehingga diharapkan kepada mahasiswa agar berpikir rasional dan harus serius mengikuti kegiatan KKN. Sebab, jika mahasiswa yang abai terhadap perintah panitia penyelenggara dan tidak aktif dalam kegiatan KKN praktis berpengaruh terhadap penilaian. 

“Jadi jangan berpikir bahwa KKN itu nantinya hanya sekadar cat pagar, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan perlombaan, ingat ya! KKN itu 4 SKS,” tegasnya. 

“KKN itu bagian dari mata kuliah, jadi jangan menganggap bahwa walaupun tidak serius pasti lulus, karena tidak selamanya mahasiswa yang mengikuti KKN itu lulus!” sambungnya. 

Selain itu, dia menilai tema yang diusung panitia penyelenggara KKN di tahun 2026 sangat strategis dan relevan dengan Asta Protas Kementerian Agama. Menurut dia, tema KKN untuk Negeriku: Harmoni, Lestari dan Mandiri pada hakikatnya menegaskan bahwa sebagai hamba Allah, kita tidak semestinya tidak hanya merasakan  kenikmatan secara spiritual dengan Allah, melainkan kenikmatan spiritual harus diaplikasikan di tengah-tengah lingkungan masyarakat. 

“Jadi berdasarkan tema, kata harmoni dimaknai sebagai implementasi Hablum Minallah dan Hablum Minannas,” ucapnya. 

Untuk itu, dia meminta kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN jangan menilai bahwa harmoni merupakan istilah yang memiliki makna sederhana. Sebab, harmoni yang diusung panitia dalam kegiatan KKN memberi gambaran yang jelas soal membangun relasi sosial. 

“Jadi mahasiswa diuji saat berada di lokasi KKN, sebab interaksi di lokasi pasti jauh berbeda saat berada di kampus,” katanya. 

“Maka bagaimana membangun harmoni di tengah-tengah kehidupan sosial saat pelaksanaan KKN,” imbuhnya. 

Adnan juga meminta kepada mahasiswa, agar menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui pendekatan ekoteologi dan pelestarian alam sebagai amanah Tuhan. 

“Tugas mahasiswa saat pelaksanaan KKN adalah mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama,” ujarnya. 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara itu menambahkan, soal kemandirian yang diusung dalam kegiatan KKN menghadirkan pesan yang kuat soal mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan ekonomi umat, kewirausahaan, dan pemberdayaan potensi lokal. 

Karena itu, kehadiran mahasiswa di lokasi KKN, lanjut dia, diminta untuk menerjemahkan kata kunci tema KKN untuk membantu masyarakat, agar menghadirkan kesan positif sepanjang pelaksanaan KKN. 

“Kita harus apresiasi tema yang ditetapkan panitia KKN, dan harus mendukung untuk mengimplementasikan oleh seluruh mahasiswa KKN, karena tema ini sangat relevan dengan kondisi di Maluku Utara,” tandasnya.