Keterangan Foto : Suasana Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kolaborasi mahasiswa KKN IAIN Ternate dengan Masyarakat Desa Modayama, Kamis (27/8/2026). Sumber foto : Rusdi Naemuddin.
MODAYAMA, KAYOA — Dalam upaya menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dan kesadaran ekologis, 68 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate bersama masyarakat Desa Modayama, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (27/8/2026).
Melalui tema "Meneladani Akhlak Rasulullah, Merajut Kerukunan Sesama Umat, Membangun Persatuan di atas Perbedaan, Menjaga Lingkungan untuk Generasi Mendatang”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempertautkan nilai-nilai spiritualitas dengan kelestarian lingkungan sekaligus menyukseskan program prioritas Kementerian Agama dalam merawat kerukunan umat dan alam.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua LP2M IAIN Ternate Dr. Abd. Haris Abbas, S.Ag., M.H.I. yang memperkuat makna tema besar KKN yaitu korelasi antara Moderasi Beragama dan Ekoteologi. "Dalam moderasi beragama dan ekoteologi, umat diajak berada di jalan tengah yang adil dan seimbang. Sikap moderat mencegah manusia dari dua kutub ekstrem. Moderasi Beragama; moderat dalam beragama, sedangkan ekotoelogi; moderat dalam interaksi dengan lingkungan atau alam, sebab dari kedua sikap ekstrem dan abai ini pada akhirnya justru merugikan manusia itu sendiri,” jelas Haris.
Kepala Desa Modayama, Hi. Husen Alhadad, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan menyoroti paradigma ekoteologi yang diusung mahasiswa KKN. Dia juga menegaskan bahwa alam semesta merupakan amanah ilahiah yang menuntut tanggung jawab ekologis dari manusia.
"Mentaati perintah Allah SWT tidak hanya terbatas pada ritual vertikal, melainkan juga mencakup manifestasi horisontal melalui perlindungan terhadap hutan, darat, dan laut. Menjaga ekosistem adalah bagian integral dari ibadah dan bentuk kenikmatan yang harus disyukuri," tegas tokoh masyarakat ini.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan generasi muda lokal demi menjaga keanekaragaman hayati desa. Di akhir sambutannya, Pak Kades Modayama memanjatkan doa dan harapan agar proses alih status IAIN Ternate menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Babullah dapat berjalan lancar dan penuh kemudahan.
Puncak perhelatan ditandai dengan tausiah bernas yang disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Ternate, Jamaludin Bugis, S.Ag., Dalam ceramahnya, Jamaludin menitikberatkan hikmah Maulid Rasulullah SAW melalui empat pilar esensial kehidupan beragama, yakni iman, akhlak, ibadah, dan ilmu.
Beliau menjelaskan bahwa rekonstruksi peradaban Islam yang diwariskan Rasulullah SAW berakar pada keutuhan integritas moral atau uswatun hasanah dan pencerahan intelektual. Peringatan Maulid Nabi ini pun diakhiri dengan komitmen bersama antara IAIN Ternate dan tokoh masyarakat desa untuk terus merawat peradaban berbasis kearifan lokal serta pelestarian lingkungan hidup.
Kepala Biro AUAK IAIN Ternate hadir di Modayama bersama Kepala LP2M (Dr. Abd. Haris Abbas, S.Ag., M.H.I), Kepala Pusat Terapan Masyarakat Islam Kepulauan dan Moderasi Beragama LP2M (Muhammad Matdoan, M.Sc) dan panitia KKN (Rusdi Naemuddin, S.Pd.I., M.Pd.I.) dalam rangka monitoring kegiatan KKN dan sekaligus Pengabdian Kepada Masyarakat.