Keterangan Foto : Suasana Foto Bersama Usai Acara Penutupan Asesmen Lapangan Magister PAI Pascasarjana IAIN Ternate di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat IAIN Ternate Kampus I Dufa-dufa, Sabtu (10/10//2026). Foto : Umi Kalsum
TERNATE – Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana IAIN Ternate optimis meraih predikat Akreditasi Unggul usai menapaki seluruh tahapan Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Rangkaian asesmen tersebut resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat Kampus I Dufa-dufa, Sabtu (10/10/2026).
Proses klarifikasi dan verifikasi instrumen ini dipimpin oleh dua tim asesor LAMDIK, yakni Prof. Dr. Ikhrom, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang (Asesor 1) dan Dr. Muhammad Ridho, M.A. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Asesor 2).
Acara penutupan setelah 2 hari asesmen diawali dengan kejenakaan beberapa pantun Prof. Dr. Ikhrom yang seketika mencairkan suasana tegang para tim borang. Kehadiran humor tersebut mengembalikan keceriaan ruangan setelah dua harian penuh menguji dan menyisir puluhan butir/ item instrumen akreditasi.
Dalam arahannya, Prof. Ikhrom mengimbau tim borang untuk segera melengkapi sisa data pendukung hingga dinyatakan tuntas demi kelancaran sampai pengumuman hasil akhir.
Secara khusus, Ikhrom mencermati sejumlah item instrumen yang memerlukan ketepatan diksi. Ia menyarankan agar narasi yang mengandung diksi negatif seperti tapi, namun, belum, tidak, dan kurang diubah menjadi kalimat berorientasi positif, tentu saja disertai data pendukungnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Ridho menyoroti pentingnya melengkapi data yang belum tuntas sebelum diunggah asesor ke sistem LAMDIK. Ia meminta agar komunikasi antara tim borang dan asesor terus terjalin intensif selama proses perbaikan berlangsung.
Dr. Ridho menjelaskan bahwa setelah seluruh berkas diunggah, penetapan hasil akhir menjadi wewenang Dewan Eksekutif melalui tahap verifikasi validator. Ia mengingatkan bahwa pada tahapan tersebut, sistem sudah terkunci dan tidak menerima data susulan karena keberadaan validator bersifat independen dan rahasia. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh tim untuk memastikan ketersediaan data guna mengamankan target Akreditasi Unggul.
Mewakili pimpinan institusi, Wakil Rektor I IAIN Ternate menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada kedua asesor yang mengawal asesmen lapangan dengan suasana komunikatif dan edukatif.
Warek I mengungkapkan bahwa berbagai masukan konstruktif dari asesor menjadi peta jalan (roadmap) penting bagi penguatan mutu IAIN Ternate ke depan, di antaranya:
Peningkatan SDM Dosen: Mendorong percepatan kenaikan jabatan fungsional Lektor ke Lektor Kepala hingga Guru Besar melalui program coaching, pembinaan, dan pendampingan intensif penulisan karya ilmiah.
Sertifikasi ISO & Tata Kelola: Memperkuat implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) di tingkat institut, pascasarjana, hingga prodi. IAIN Ternate menargetkan raihan dua sertifikat ISO pada akhir tahun 2026.
Modernisasi Sarpras (Smart Class): Bertransisi dari ruang microteaching konvensional menuju SMART class terintegrasi teknologi digital.
Pengembangan Mahasiswa & Transisi UIN: Mengoptimalkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), serta menjalin kemitraan beasiswa dengan Pemda. Langkah ini dilakukan guna memenuhi rasio jumlah mahasiswa yang bermuara pada alih status IAIN Ternate menuju UIN.
Mengakhiri sambutannya, Warek I memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Borang, Direktur Pascasarjana, mahasiswa, serta alumni yang telah bersinergi demi suksesnya asesmen lapangan ini.
"Terima kasih atas kerja sama dan kerja keras tim yang luar biasa. Semoga silaturahmi kita bersama para asesor tetap terjalin erat sampai kapan pun," tutup Warek I.