Berita

Wakil Rektor I IAIN Ternate Hadiri Pembukaan Festival Salawaku 2026 di Benteng Oranje

Minggu, 8 November 2026 Husna 58 kali dilihat
Wakil Rektor I IAIN Ternate Hadiri Pembukaan Festival Salawaku 2026 di Benteng Oranje
TERNATE - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Dr. Sukardi Abbas, S.Pd., M.Pd.Si., menghadiri secara langsung Pembukaan Festival Salawaku 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara di Cagar Budaya Benteng Oranje, Kota Ternate, Jumat (6/11/2026). Penyelenggaraan kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I.. Kehadiran Sukardi Abbas dilakukan guna memenuhi undangan resmi dari Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara sekaligus mewakili Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S. Ag., M.A.

Kegiatan tahunan yang mengusung tema “Lestarikan Budaya, Kembangkan Karya, Ekosistem Kreatif untuk Ekonomi Inklusif” ini digelar selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2026. Penyelenggaraan Festival Salawaku 2026 sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran peringatan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-776, menjadikannya momentum strategis untuk memperkuat penguatan ekonomi daerah berbasis kearifan lokal.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah dan instansi vertikal. Kehadiran perwakilan IAIN Ternate mempertegas komitmen IAIN Ternate dalam mendukung integrasi antara pengembangan sumber daya manusia, literasi keuangan syariah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Maluku Utara.

Saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa nilai-nilai sejarah dan kekayaan budaya lokal Maluku Utara merupakan modal dasar serta kekuatan utama dalam membangun ekonomi daerah yang kokoh. Menurut Wagub, pemanfaatan cagar budaya Benteng Oranje sebagai lokasi pelaksanaan festival menjadi pengingat akan pentingnya merawat akar sejarah sambil terus memacu kreativitas ekonomi masyarakat.

"Kekayaan sejarah dan budaya adalah kekuatan ekonomi daerah kita. Melalui Festival Salawaku ini, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya sebagai stimulus untuk mendorong UMKM naik kelas serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku Utara," tegas Wagub Sarbin Sehe.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, dalam sambutannya menjelaskan bahwa nama "Salawaku" diambil dari perisai tradisional khas Maluku Utara. Secara filosofis, Salawaku dimaknai sebagai benteng perlindungan ekonomi daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta laju inflasi. Festival ini dirancang sebagai ruang promosi dan akselerasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertransformasi secara digital, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengapresiasi konsistensi Kantor Perwakilan BI Maluku Utara yang terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan. Pemanfaatan situs bersejarah Benteng Oranje sebagai lokasi pelaksanaan festival dinilai sangat tepat untuk menghidupkan kembali narasi sejarah kejayaan rempah-rempah Ternate sebagai modal sosial dan ekonomi daerah.

Selain pameran produk UMKM, festival ini juga menjadi sarana akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui optimalisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). BI Maluku Utara mendorong para pelaku usaha dan masyarakat untuk memperluas serta meningkatkan penggunaan QRIS secara aktif dalam aktivitas transaksi sehari-hari guna mewujudkan ekosistem keuangan yang transparan dan inklusif.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Maluku Utara, IAIN Ternate memegang peranan krusial dalam mendukung ekosistem ekonomi inklusif melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Partisipasi IAIN Ternate dalam pembukaan Festival Salawaku 2026 menegaskan komitmen lembaga untuk mengintegrasikan kajian akademis dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor ekonomi syariah, pendampingan produk halal, dan pengembangan UMKM pesantren.

Penyelenggaraan Festival Salawaku 2026 menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi daerah membutuhkan keterlibatan harmonis antara otoritas moneter, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan. Kehadiran pimpinan IAIN Ternate dalam pembukaan acara ini menegaskan posisi IAIN Ternate sebagai mitra strategis dalam mengawal transisi ekonomi daerah menuju arah yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing. 
Bagikan berita

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka setiap tahun.

Daftar Sekarang