Keterangan Foto : Suasana Foto Bersama Usai Acara Pembukaan Seminar dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 di Auditorium IAIN Ternate Kampus I Gambesi, Sabtu (10/10/2026). Foto : Uty BKPI
TERNATE – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (HMPS BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ternate sukses menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 di Auditorium IAIN Ternate Kampus I Dufa-dufa, Sabtu (10/10/2026).
Bertempat di Auditorium IAIN Ternate, kegiatan yang mengusung tema "Sehat Mental di Era Digital: Membangun Resiliensi Generasi Z dengan Nilai-Nilai Islam" ini dihadiri sekitar 200 peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa Prodi BKPI, perwakilan SEMA, DEMA, dan HMPS se-FTIK, serta delegasi pelajar dari SMA Negeri 4, MAN 1, dan SMK Negeri 2 Kota Ternate.
Dekan FTIK IAIN Ternate, Dr. Sahjad M. Aksan, M.Phil., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi khusus kepada HMPS dan Prodi BKPI atas inisiatif menggelar kegiatan yang dinilainya krusial di lingkungan FTIK.
Dr. Sahjad juga menyoroti fenomena paradoks yang kerap dialami masyarakat modern di era digital.
"Banyak orang yang terkoneksi melalui internet sering terlihat bahagia, namun di dunia nyata mereka justru merasa kesepian," ungkap Dekan FTIK dalam sambutannya.
"Banyak orang yang terkoneksi melalui internet sering terlihat bahagia, namun di dunia nyata mereka justru merasa kesepian," ungkap Dekan FTIK dalam sambutannya.
Seminar ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi dari PD ABKIN Maluku Utara dan Dosen Tetap ISDIK Kie Raha Maluku Utara, Dr. Hasrul, S.Pd.I., M.Pd. Ia membawakan materi bertajuk "Mental Sehat, Hati Kuat: Membangun Resiliensi Gen Z di Era Digital Berbasis Nilai-Nilai Islam".
Dalam pemaparannya, Dr. Hasrul mengajak para peserta untuk menemukan ketenangan jiwa (sakinah) dan kekuatan batin di tengah gempuran arus informasi digital. Ia mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan psikologis untuk bangkit dari tekanan, kegagalan, atau trauma.
"Resiliensi bukan berarti tidak pernah merasa sedih, melainkan kemampuan untuk tetap bertahan, belajar, dan tumbuh setelah terjatuh. Generasi Z sangat membutuhkan kemampuan ini di tengah dinamika dan algoritma media sosial yang terus berubah," terangnya.
Hasrul juga memaparkan tiga pilar utama Islam untuk menjaga kesehatan mental Gen Z di era digital: tawakal dan ridha, dzikir dan doa, serta silaturahmi. Tawakal dan ridha membantu mengelola kecemasan di luar kendali, dzikir menenangkan hati dari derasnya arus media sosial, sedangkan silaturahmi memperkuat interaksi nyata yang penuh empati dan kepedulian
Ketua Panitia, M. Zakir Badar, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental sejajar dengan kesehatan fisik. Ia berharap seminar ini menumbuhkan kepedulian peserta terhadap kondisi psikologis diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum HMPS BKPI, Arifudin Setiabudi, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh panitia. Ia menyebut seminar ini sebagai program besar penutup masa kepengurusannya dan berharap tradisi edukatif ini dapat terus berlanjut.
Koordinator Prodi BKPI, Ria Hayati, M.Pd., menutup rangkaian acara dengan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya seminar ini. Ia mengingatkan bahwa menjaga kestabilan jiwa adalah investasi masa depan. "Semoga semangat hari ini terus membakar kepedulian kita untuk saling merawat, menguatkan, dan menginspirasi sesama di era digital," pungkasnya.